Joki kuda…(Part 2)

Yup… Lanjutannya yang kemaren

Sekarang aku mau bahas soal resiko, alat-alatnya, serta teknik seorang joki.

Resiko

Joki bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Karena resiko saat dalam pacuan cukup besar. Salah sedikit saja, maka dapat mempengaruhi laju kuda yang justru akan membahayajan jokinya sendiri. resiko terbesar adalah kematian, namun resiko yang paling ditakuti adalah trauma otak. Trauma otak sangat ditakuti karena joki akan mengalami pusing2 dan daya lihat berkurang saat ia menaiki kuda. Dan itu cukup menyakitkan untuk orang yang benar2 mencintai pacuan namun tidak dapat berlaga di sana.

Selain itu jatuhnya seorang joki juga dapat mencederai kudanya. Hal ini seperti yang dialami Pine Island dalam Breeder’s Cup Distaff tahun 2007. Pine Island harus menjalani operasi karena mengalami cedera di kaki belakangnya.

Javier Castellano terjatuh dari kudanya, Pine Island dalam Breeder’s Cup Distaff

“Senjata Joki”

Ada beberapa alat yang harus dibawa oleh joki atau dupakai dalam pacuan. Alat2 tersebut adalah:

  1. Pakaian lengan panjang
  2. Celana khusus
  3. Sepatu boot
  4. Cambuk
  5. Helm
  6. Gogle (kacamata, umumnya kacamata khusus)

Saat hujan, biasanya joki mengenakan jas hujan yang press body. Bila berlaga di lintasan Hard, umumnya joki membawa lebih dari 2 kacamata, karena lintasan yang sangat panjang dan penuh gumpalan tanah.

Teknik Berkendara

Menjadi joki profesional tidak mudah. Jadi bukan hanya duduk di kuda lalu cambuk sekencangnya. Bila itu cara anda, anda justru menyiksa diri anda dan kuda anda sendiri. Adapun beberapa teknik yang saya ketahui:

  1. Teknik gantung(namanya jelek amat yah…)

Ini adalh teknik umum. Jadi joki menjepit punggung kuda dengan dengkul bagian dalam. jadi kaki bagian dalam sampai pergelangan nempel di punggung kuda. Yang pasti joki dalam posisi setengah berdiri. Disini kida akan merasakan beban yang cukup berat karena bersinggungan langsung dengan joki.

2. Teknik Melayang

Dalam teknik ini, posisi kaki joki lebih tinggi dari posisi umumnya. Sehingga joki seolah2 berdiri di atas kudanya. Teknik ini mnguntungkan, karena tekanan yang diterima punggung kuda lebih kecil dan bobot joki yang mengarah kedepan membantu kuda untuk berlari lebih cepat. Namun teknik ini cukup sulit dan beresiko.

Selain itu, pada saat sprint akhir, joki akan menekan leher kuda kedepan sekuat-kuatnya unutk membantu kuda mempercepat larinya. Lalu ada berbagai teknik mencambuk di dunia joki.

Dah ini aja ya CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s